Makna Hari Suci Tumpek Landep

oleh :Made Murti

Umat Hindu merayakan rerahinan Tumpek Landep, Sabtu Kliwon Wuku Landep. Pada Tumpek Landep, umat Hindu memuja Ida Sang Hyang Widhi dalam prebawa-nya sebagai Sang Hyang Pasupati yang telah menganugerahkan kecerdasan atau ketajaman pikiran sehingga mampu menciptakan teknologi atau benda-benda yang dapat mempermudah dan memperlancar hidup, seperti sepeda motor, mobil, mesin, komputer (laptop) dan sebagainya. Tetapi dalam konteks itu umat bukanlah menyembah mobil, komputer, tetapi memohon kepada Ida Sang Hyang Pasupati agar benda-benda tersebut betul-betul dapat berguna bagi kehidupan manusia.

Landep dalam Tumpek Landep memiliki pengertian lancip. Secara harfiah diartikan senjata tajam seperti tombak dan keris. Benda-benda tersebut dulunya difungsikan sebagai senjata hidup untuk menegakkan kebenaran. Secara sekala, benda-benda tersebut diupacarai dalam Tumpek Landep.

Namun dalam konteks kekinian, senjata lancip itu sudah meluas. Tak hanya keris dan tombak, juga benda-benda hasil cipta karsa manusia yang dapat mempermudah hidup seperti sepeda motor, mobil, mesin, komputer dan sebagainya. Benda-benda itulah yang diupacarai. Namun harus disadari, dalam konteks itu umat bukanlah menyembah benda-benda teknologi, tetapi umat memohon kepada Ida Sang Hyang Widi dalam prebawa-nya sebagai Sang Hyang Pasupati yang telah menganugerahkan kekuatan pada benda tersebut sehingga betul-betul mempermudah hidup.

Dalam pengertian, bahwa umat patut bersyukur kepada Tuhan karena telah diberikan kemampuan atau ketajaman pikiran sehingga mampu menciptakan aneka benda atau teknologi yang dapat mempermudah hidup.

Sementara dalam kaitan dengan buana alit (diri manusia), Tumpek Landep itu sesungguhnya momentum untuk selalu menajamkan pikiran (landeping idep), menajamkan perkataan (landeping wak) dan menajamkan perbuatan (landeping kaya). Ketiga unsur Tri Kaya Parisuda tersebut perlu lebih dipertajam agar berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Buah pikiran perlu dipertajam untuk kepentingan umat manusia, demikian pula perbuatan dan perkataan yang dapat menentramkan pikiran dan batin orang lain.

Pikiran kita mesti selalu diasah agar mengalami ketajaman. Ilmu pengetahuanlah alat untuk menajamkan pikiran. Komputer yang diciptakan untuk mempertajam pikiran, hendaknya dimanfaatkan dengan
baik. Internet mesti digunakan untuk mengakses informasi sehingga wawasan dan kecerdasan bertambah, bukan untuk mengunduh yang lain-lain.

Jadi Tumpek Landep memiliki nilai filosofi agar umat selalu menajamkan pikiran. Setiap enam bulan sekali umat diingatkan melakukan evaluasi apakah pikiran sudah selalu dijernihkan atau diasah agar tajam? Sebab, dengan pikiran yang tajam, umat menjadi lebih cerdas, lebih jernih melakukan analisa, lebih tepat menentukan keputusan dan sebagainya.

Lewat perayaan Tumpek Landep itu umat diingatkan agar selalu menggunakan pikiran yang tajam sebagai tali kendali kehidupan. Misalnya, ketika umat memerlukan sarana untuk memudahkan hidup, seperti mobil, sepeda motor dan sebagainya, pikiran yang tajam itu mesti dijadikan kendali. Keinginan mesti mampu dikendalikan oleh pikiran. Dengan demikian keinginan memiliki benda-benda itu tidak berdasarkan atas gengsi, tetapi betul-betul berfungsi untuk menguatkan hidup sehingga betul-betul tepat guna. Rerahinan Tumpek Landep inilah sesungguhnya momen bagi kita untuk lebih menajamkan pikiran.

sumber : facebook group Simakrama

9 responses to “Makna Hari Suci Tumpek Landep

  1. Pingback: Makna Hari Suci Tumpek Landep | manacikapura

  2. Pingback: Adat dan Budaya: Tumpek Landep | Naknikbali's Blog

  3. tut jun

    Apa yg dijelaskan singkat dan mdh dipahami…suksma..

  4. yande

    Halo admin, salam kenal
    sedikit yg ingin saya tanyakan mengenai tumpek landep…
    disebutkan bahwa landep berarti tajam, dan di artikel ini dikatakan dahulu leluhur kita memaknai tumpek landep dengan mengupacarai senjata tajam yg digunakan untuk menegakkan kebenaran, senjata ini juga buah pikiran manusia yg landep yg berguna untuk mempermudah hidupnya. namun belakangan pemaknaan hr tumpek landep lebih mengarah kepada benda2 yg mempermudah kehidupan manusia dan semakin jauh dr arti landep yaitu tajam…, seolah sekarang makna tajam dan alat / teknologi yg mempermudah kehidupan manusia diartikan terpisah tdk seperti dulu.

    Sekarang seperti motor, mobil atau komputer yg jelas2 bukan benda tajam di upacara di tumpek landep (teknologi)
    dan landep diartikan hr untuk mempertajam pikiran manusia agar semakin landep..
    yg saya lihat cenderung timbul 2 pengertian yg berbeda, ada yg bilang seharusnya menajamkan pikiran bukan mengupacarai motor/mobil/barang besi lainya, dan yg berjalan sekarang adalah pengupacaraan benda2 besi… lambat laun ini terlihat rancu dan menimbulkan perdebatan..

    Bukankah sebaiknya kita runcingkan lagi maknanya menjadi satu seperti dulu, yaitu benda tajam yg mempermudah kehidupan manusia… pemaknaan yg terlalu luas malah akan menimbulkan salah persepsi dan melenceng semakin jauh dr makna sesungguhnya..

    mohon tanggapan admin mengenai fenomena yg sedang terjadi ini
    Terima kasih

  5. Rahajeng Yande, Terima kasih atas tangapan dan masukkaannya, benar sekali apa yang anda katakan, itulah salah satu contoh bagaimana suatu konsep dasar bisa berubah seiring perubahan waktu serta perubahan tatanan hidup sangat mempengaruhi perubahan pemahaman seseorang dan kemudian menjadi perubahan pemahaman masyarakat pada umumnya sehingga sewaktu-waktu bisa terjadi adanya perubahan budaya. Oleh karena itu perlu adanya pihak-pihak yang memberikan pencerahan agar orang kembali memahami makna sebenarnya.
    Tumpek Landep jatuhnya setelah Hari Suci Saraswati, ini adalah awal pencerahan manusia yang dibekali dengan pengetahuan suci untuk menjalani kehidupan serta menegakkan dharma di dunia.
    Setelah manusia dianugerahi Ilmu pengetahuan, kemudian ilmu tersebut dimanfaatkan menjadi benteng untuk dalam menjalani kehidupan ini, sebagai makna sederhana Hari Suci Pagerwesi, dan Pada Hari Suci Tumpek Landep ilmu tersebut diasah dan dikonsentrasikan untuk benar-benar menjadi lendep (tajam) dalam pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga dapat menembus segala kegelapan dan rintangan kehidupan.
    Karena masyarakan kita di bali banyak yang kurang memahami makna esensi konsep ini , mereka hanya menafsirkan secara fisiknya saja. Memang disimbolkan ketajaman itu dalam wujud senjata tajam, maka yang diupacarai adalah segala senjata. Makna kemudian berkembang bahwa senjata tajam biasanya terbuat dari besi, akhirnya segala sesuatu yang terbuat dari besi diupacarai pada tumpek landep. Singkat cerita karena mobil dan motor terbuat dari besi maka mobil dan motor diupacarai pada hari tumpek landep. Kalau jaman dulu kebanggaan orang (Bali) adalah memliki senjata yang hebat, tetapi jaman sekarang kebanggaan orang memiliki mobil dan motor, jadi pada tumpek landep mobil dan motor dihias dan diupacarai.
    Tetapi jika kita lihat manfaatnya ya…. ada juga, ada kemeriahan secara kasat mata pada Hari Tumpek Landep, kalau kita mau mengartikan juga bahwa kendaraan merupakan senjata untuk mencari nafkah, Demikian juga mereka yang berprofesi sebagai bengkel maka semua peralatan besi adalah senjata untuk mencapai sukses kehidupan.
    Itulah budaya, selalu berkembang sesuai perkembangan cara dan pola berpikir masyarakat. Tetapi makna esensi harus tetap di sampaikan sehingga kalau toh ada tambahan makna, tetapi makna pokoknya tetap dipahami. Suksma

  6. partayudha

    suksma pencerhaanya,,, agama hindu memang sangat fleksibel…

  7. madejaya

    selamat merayakan hari suci tumpek landep sabtu 18 oct 2014.semoga kita diberikan pikiran yg jernih

  8. Ngakan Ratnata

    saya bangga sekali memiliki teman2 yg mempunyai kecerdasan dan pemahaman tentang Hindu,, rahajeng hari suci Tumpek Landep.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s