Hari Baik dan Hari Buruk

Hari Baik dan Hari Buruk

Hari Baik dan Hari Buruk

Hari baik atau hari buruk adalah berkaitan dengan waktu untuk melakukan suatu aktivitas tertentu. Bagi Umat Hindu baik di Bali maupun di luar Bali penentuan waktu untuk melakukan suatu aktivitas tertentu dikenal dengan istilah Padewasan.
Berbagai etnis di Indonesia juga mengenal istilah hari baik atau hari buruk. Tetapi tidak sedikit juga tidak percaya. Mereka berasumsi semua hari sama saja. Baik atau buruk tergantung pada manusianya.
Mungkin ada benarnya bahwa semua tergantung manusia ( sesuai konsep hukum karma phala). Tetapi pemahaman bahwa semua hari adalah sama, sangat keliru.
Disini saya tidak membahas tentang perhitungan baik buruknya hari ( karena saya bukan ahlinya, he.. he..). Tetapi saya akan menyampaikan logika berpikir tentang hari baik atau hari buruk. Bagi yang meyakini tentang baik buruknya hari mungkin apa yang saya bahas disini dapat menjadi penguat keyakinan tersebut, sedangkan bagi yang belum yakin saya berharap dengan apa yang saya sampaikan secara logika dapat diterima bahwa memang ada pengaruh hari terhadap kehidupan manusia.
Sebelum itu mari kita mencoba untuk memahami pengertian hari baik dan hari buruk. Dalam hal ini hari baik atau hari buruk adalah waktu atau hari yang tepat untuk melakukan aktivitas tertentu agar aktivitas kita semaksimal mungkin dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan mencapai tujuan yang maksimal. Lalu kenapa harus menentukan waktu?
Nah disinilah bermula kita berpikir. Dalam konsep Hindu bahwa alam semesta ( Bhuwana Agung) diciptakan melalui proses yang panjang dan unsur alam diciptakan dengan unsur purusha dan praktirti. Unsur prakirti memiliki sifat dasar dikenal dengan Tri Guna ( Satwam, Rajas, Tamas) dengan demikian semua turunan unsur prakirti ( benda-benda alam) memiliki sifat dasar ini. Sifat Tri Guna ini akan saling mempengaruhi antara prakirti yang satu dengan prakirti yang lain.
Planet-planet di alam ini saling mempengaruhi. Matahari , bulan, dengan berbagai planet yang mengelilingi bumi berpengaruh terhadap semua mahluk hidup dan benda mati ( meskipun menurut konsep Hindu tidak ada benda mati) yang ada di bumi.
Memang yang paling dominan terasa di bumi adalah pengaruh matahari dan bulan yang secara langsung bisa kita rasakan dengan siang dan malam serta adanya musim-musim tertentu yang berbeda di berbagai belahan bumi.
Para astrologi tahu benar tentang pengaruh berbagai planet yang ada di alam terhadap di bumi. Jika kita pahami bagaimana proses penciptaan bhuwana agung dan hubungannya dengan proses penciptaan bhuwana alit maka kita tidak dapat menolak betapa kita sebagai manusia sangat dipengaruhi oleh guna ( sifat dasar ) dari alam.
Nama-nama hari disesuaikan dengan pengaruh dominan planet tertentu. Planet-planet tersebut memiliki komposisi guna ( sifat dasar ) yang berbeda.
Secara sederhana, siang hari dominan pengaruh matahari, sifat matahari panas. Malam hari dominan pengaruh bulan ( sifat bulan lembut). Disamping pengaruh kedua planet tersebut yang dapat kita rasakan secara langsung , planet-planet yang lain juga memiliki pengaruh atas kehidupan di bumi ini.
Dari segi waktu juga pagi hari berbeda pengaruh planet matahari dengan siang hari atau sore hari. Jadi setiap waktu berbeda dan hari yang berbeda akan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kehidupan di bumi.
Para ahli astrologi, ( yang ilmunya diwarisi dari para Rsi waskita secara turun temurun ribuan tahun) membuat pemetaan pengaruh planet-planet tersebut, sehingga mengampil kesimpulan bahwa untuk waktu/hari tertentu adalah baik untuk aktivitas tertentu atau sebaliknya buruk untuk aktivitas lainnya.
Kalau sulit memahami konsep ini, sederhana kita mengambil asumsi bahwa jalan-jalan/lari-lari untuk kesehatan baik di pagi hari, dan tidak baik di siang hari. Istirahat/tidur baik di malam hari.
Jadi apapun pendapat kita tentang hari secara de facto bahwa alam mempengaruhi setiap aktivitas manusia. Lantas apa peranan manusia? Disinilah peranan keputusan setiap individu untuk menyikapi dan mengambil keputusan terhadap apa yang disediakan oleh alam. Untuk menghindari pengaruh panas matahari maka orang akan mengambil keputusan tidak beraktivitas di siang hari terik. Kalau terpaksa harus beraktivitas menggunakan alat pelindung seperti topi atau payung. Jaman sekarang orang beraktivitas dengan gedung fasilitas ruang ber AC.

Mungkin gambaran berikut dapat membawa kita pada kesimpulan betapa suatu benda berpengaruh pada manusia. Cobalah anda rasakan bedanya andara anda menggunakan pakaian resmi ( jas, setelah kemeja, dengan dasi) dibandingkan jika anda menggunakan jean’s dengan sepatu keds, atau bedakan dengan anda menggunakan sarung dan bersandal jepit. Kalau kita mengatakan bahwa benda itu objektif tergantung pemakainya tetapi kita jelas akan merasakan pengaruh menggunakan pakaian yang berbeda.
Apakah masih berpendapat bahwa benda tidak berpengaruh pada manusia?
Silahkan cari contoh – contoh lainnya.

Kesimpulannya bahwa setiap waktu dan hari memiliki karakter berbeda sesuai pengaruh dominan benda-benda alam (planet) terhadap bumi. Pengaruh ini akan mempengaruhi juga karakter alam baik binatang, tumbuhan dan manuasia. Dengan mempelajari berbagai pengaruh tersebut kita diberikan kesempatan untuk memilih waktu dan hari yang tepat untuk aktivitas yang sesuai, atau menghindari untuk tidak melakukan aktivitas tertentu pada waktu atau hari tertentu.
Masalahnya bagaimana kita menentukan hari dan waktu yang tepat? Ya… tentu saja berkonsultasi pada ahlinya.
Bagaimana kita tahu ahli tersebut membuat perhitungan dengan benar? Ya… itu semua tergantung karma baik kita.

Di akhir tulisan ini saya member satu prinsip :

Berbuat baik janganlah menunggu hari baik
tetapi
pada hari baik berbuatlah yang terbaik

4 responses to “Hari Baik dan Hari Buruk

  1. Xarel Xerxes

    To Admint
    jika memang ada hari baik dan buruk tolong berikan ayatnya dari weda…?
    yang saya ketahui dlam Hindu itu ada konsep reinkarnasi dan Karma.
    jadi semua kebaikan dan keburukan yang diterima karena berdsarkan KARMA dari kehidupan dahulu dan kehidupan sekarang.
    kepercayaan adanya hari baik dan buruk sangat bertentangan dengan ajaran Hukum Karma….

  2. Xarel , terima kasih atas kunjungan dan komentar anda yang menjadi masukan sangat berharga bagi diri saya untuk belajar lebih lanjut.
    Saya termasuk orang yang tidak ahli dalam ayat-ayat weda, jadi belum menemukan adanya ayat yang menyatakan hari baik-buruk dalam weda. Tetapi dalam ajaran Hindu banyak sekali konsep-konsep sebagai dasar menjalankan agama, jadi tidak semua harus menghafalkan ayat-ayat weda. Ada Tri Pramana, ada Tattwa, Etika, Upacara, ada desa kala patra, ada acara dan atmanastuti dan lain sebagainya. Jadi apa yang saya tuangkan pada tulisan ini melihat apa yang menjadi prilaku umat Hindu di Bali bahwa dalam upacara manusa yadnya atau pitra yadnya menggunakan padewasan. Saya hanya ingin menganalisa secara logika dengan dasar konsep hubungan bhuwana agung dengan bhuwana alit menurut Hindu.
    Dalam epos Mahabarata, Rsi Bhisma menunggu uttarayana yang diyakini hari baik untuk menghembuskan nafas terakhir beliau. Dalam menentukan upacara-upacara piodalan /hari raya Hindu misalnya pasti menggunakan hari-hari tertentu yang dianggap suci dengan mengacu pada perhitungan posisi bulan/ pesasihan ataupun dengan pawukon. Itu menunjukkan bahwa ada hari-hari yang dianggap baik, kalau tidak demikian kenapa tidak sembarangan saja ditentukan harinya?Atau mungkin seperti ulang tahun yang menggunakan tahun masehi?
    Kembali kepada pertanyaan anda untuk dapat menunjukkan ayat weda terus terang saat ini sy belum pernah membaca, semoga saja ada pengunjung lain dapat membantu. Tetapi saya yakin karena weda juga membahas tentang astronomi/perbintangan maka sangat erat kaitannya dengan hari baik atau hari buruk.
    Seperti juga keyakinan Hindu adanya hukum karma dan reinkarnasi saya sangat meyakini hal itu tetapi saya belum pernah membaca dalam ayat weda yang menyebutkan tentang hukum karma dan reinkarnasi, apakah anda dapat membantu saya ayat weda mana yang menyebutkan tentang hukum karma dan reinkarnasi? Terima kasih.Salam.

  3. Pingback: Tugas individu | Koleksi Tugas Mahasiswa FAI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s