AWAS DENGAN KEYAKINAN ANDA

Kita sering mendengar apa itu keyakinan. Kali ini yang saya maksud dengan keyakinan beda dengan keyakinan agama yang kita peluk. Keyakinan disini adalah sesuatu yang kita anggap benar dan pasti (kita yakini) lalu menuntun kita dalam melangkah. Keyakinan yang kita miliki mengarahkan kita pada apa yang ada didepan mata. Setiap manusia tidak hanya memiki satu keyakinan saja, ada banyak keyakinan yang kita miliki, ada banyak keyakinan yang kita pegang kuat. Keyakinan terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang kita alami. Dalam menjalani hidup sejak kita kecil sampai dewasa, tentu kita banyak mengalami kejadian-kejadian yang hadir dalam kehidupan kita. Kejadian-kejadian itulah yang membentuk keyakinan kita. Peristiwa-peristiwa yang kita alami terkristalisasi menjadi keyakinan yang kita pegang. Contoh keyakinan-keyakinan kecil yang ada disekitar kita… ada banyak orang yang meyakini kalo tubuhnya terkena air hujan atau kehujanan, dapat dipastikan dia akan sakit, entah itu hanya sekedar masuk angin atau flu, banyak yang meyakini kalau pagi hari sarapan sambil minum juice jeruk maka siangnya akan mulas, atau seseorang dengan yakin menyatakan, aku ini orangnya gak detail, jadi kalo di beri tugas sebagai bendahara pasti banyak kacau. Itulah contoh-contoh keyakinan yang kita sering jumpai. Mengapa orang-orang tersebut dapat dengan mudah meyakini seperti itu ? Karena mereka memiliki pengalaman yang mendukung terjadinya keyakinan itu. Pengalaman-pengalaman tersebut bisa mereka alami sendiri, atau sekedar melihat dan mendengar. Seseorang bercerita, dia yakin banget kalo tiba-tiba ada burung gagak di kampungnya, itu artinya akan ada orang dikampungnya yang meninggal. Lalu ketika ditanya apa yang menyebabkan dia yakin ? dia katakan bapaknya dulu sering bercerita tentang makna kehadiran burung gagak sebagai pertanda akan ada yang meninggal, walaupun dia sendiri belum pernah mengalami langsung melihat burung gagak hadir di perumahaannya dan ada yang meninggal dalam waktu dekat.Sebenarnya respon kitalah yang membentuk keyakinan-keyakinan atas peristiwa atau kejadian yang terjadi dan keyakinan-keyakinan yang terbentuk tersebutlah yang akan menuntun hidup kita, yang akan mengarahkan hidup kita pada hasil di masa yang akan datang. Sehingga sejatinya manusia sebagai mahluk paling sempurnya sangat punya kendali, otoritas atau kuasa untuk membangun keyakinan-keyakinan yang memberdayakan kehidupannya, yaitu dengan jalan memilih respon yang terbaik. Oh ya.. sebenarnya tidak ada keyakinan yang benar atau salah, yang ada adalah keyainan yang menghambat hidup kita dan atau keyakinan yang memberdayakan hidup kita.

Banyak orang menyalahkan masa lalunya sebagai hal yang membentuk dirinya menjadi sekarang ini. Dengan mudahnya dia mengatakan, saya tidak bisa sukses karena dulu orang tua saya kurang memperhatikan saya, mereka cuek, mereka seenaknya sendiri dan lain sebagainya. Tetapi banyak orang yang yang sukses, justru karena memiliki orang tua yang tidak peduli, egois dan lain-lain. Semua tergantung pilihan masing-masing dalam merespon kejadian atau pengalaman-pengalaman yang terjadi. Banyak juga yang mengatakan saya tidak boleh miskin seperti orang tua saya dulu, makanya saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menyekolahkan anak saya sebaik mungkin. Banyak orang-orang hebat yang dulunya sangat terpuruk dan jauh dari kata hebat. Itu karena mereka memilih dan merespon secara positif setiap kejadian yang pernah dialaminya. Dokter yang baik adalah dokter yang mampu meyakinkan bahwa obat yang di resepkan adalah obat yang paling pas buat menyembuhkan si pasien, karena sejatinya keyakinan memberikan kontribusi terbesar bagi proses penyembuhan suatu penyakit, kalau gak percaya Tanya dokter aja.. Obat sehebat dan semahal apapun tidak akan memberikan kesembuhan jika di minum oleh pasien yang tidak yakin akan kesembuhan penyakitnya melalui obat yang diminum.

Lalu apakah sebuah keyakinan dapat tumbuh dan terus menguat ? jelas pasti iya.. karena dalam menjalani hidup kita tetap mengalami peristiwa-peristiwa, berinteraksi, melihat, mendengar dan hal-hal tersebutlah yang akan berkontribuasi bagi penguatan dan pelemahan suatu keyakinan. Artinya seperti ini misalnya sesorang memiliki kayakinan bahwa dirinya pandai, lalu keluarganya sering mengatakan hal tersebut, hasil kerjanya selalu memuaskan, teman-temannya sering memuji, dan kekasihnya sering mengagumi kecerdasannya maka tentu saja keyakinan bahwa dirinya pandai akan semakin tumbuh. Begitu pula sebaliknya, ada orang yang meyakini bahwa dirinya ceroboh, lalu lingkungan dan keluarganya sering mengatakan bahwa dia ceroboh, tidak teliti dan sebagainya maka keyakinan bahwa dirinya ceroboh semakin kuat. Ada yang mengibaratkan keyakinan itu seperti meja, dan dukungan-dukungan yang mengiringi itu ibarat kaki-kaki meja. Jadi jika tidak ada kaki-kaki meja yang mendukung maka sebuah meja tentunya tidak akan kuat berdiri.

Melihat begitu pentingnya peran keyakinan bagi pertumbuhan hidup sesorang, maka sangatlah penting kita mengamati keyakinan-keyakinan yang kita miliki. Amati secara mendalam apakah kita memiliki keyakinan-keyakinan yang menghambat atau memberdayakan? Melakukan evaluasi dan observasi terhadap diri sendiri menjadi sangat penting dilakukan. Ketika kita menemukan bahwa kita memiliki suatu keyakinan kita dapat melakukan tindakan selanjutnya. Bila kita menemukan sebuah keyakinan yang mendukung atau memberdayakan maka segeralah kuatkan kaki-kakinya agar keyakinan tersebut semakin kuat. Misalnya Anda punya keyakinan bahwa Anda memiliki bakat bisnis yang kuat, segeralah cari lingkungan-lingkungan yang mendukung keyakinan Anda seperti temui pebisnis yang sudah sukses, bergabunglah dengan orang-orang yang punya keyakinan kuat, hadiri seminar potensi diri, mintalah dukungan orang-orang terdekat, buat target bisnis Anda yang lebih menantang dan lain-lain. Hal-hal tersebut akan mendukung dan menguatkan keyakinan Anda. Tetapi ketika Anda menemukan sebuah keyakinan yang yang menurut Anda tidak memberdayakan Anda, maka langkah pertama Adalah cari lawan atau kebalikan dari keyakinan tersebut… misalnya Anda menemukan sebuah keyakinan bahwa Anda pribadi yang kurang percaya diri, maka kebalikannya Anda harus menjadi pribadi yang percaya diri, lalu langkah selanjutnya menyadari dan menerima kenyataan bahwa saat ini Anda adalah pribadi yang kurang percaya diri dan dengan kesadaran penuh akan mengubahnya menjadi pribadi yang percaya diri. Selanjutnya rancanglah strategi-strategi untuk membangun meja percaya diri agar Anda bisa merancang kaki-kakinya. Contoh kongritnya Anda bisa mulai lebih aktif di komunitas-komunitas yang berpeluang membantu Anda untuk menjadi percaya diri, bergabung dengan salah satu MLM bisa menjadi alternative, ikut kursus public speaking, carilah mentor yang bisa menolong dan lain-lain.
Tetapi dari itu semua kita tetap harus meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa kita dapat mengubah keyakinan kita untuk tujuan kehidupan kita. Lakukan yang terbaik untuk hidup Anda dengan memiliki keyakinan yang memberdayakan diri, sebelum merancang sebuah impian besar, mempersiapkan keyakinan yang tepat akan menjadi langkah awal yang mantap. Karena pencapaian impian juga sangat tergantung dari keyakinan yang kita miliki. Kerena keyakinan Anda akan menghasilkan ucapan-uapan Anda, ucapan Anda membuahkan tindakan positif, tidakan positif menciptakan kebiasaan, kebiasaan menelorkan prilaku, ketika tercipta prilaku maka muncullah sikap, nah dari sikap inilah yang akan membantu Anda mendapatkan impian Anda. Maka tanamlah keyakinan yang memberdayakan sebanyak-banyaknya, Anda akan memanen kesuksesan.

Menyambut tahun baru 2014, sangat penting bagi Anda untuk memiliki-memiliki keyakinan yang akan mendukung rencana-rencana terbaik Anda di tahun 2014. Ketika di tahun 2013 kita banyak menjumpai kegagalan, itu bukan harga mati… mudah saja hancurkan meja keyakinan yang membuat kegagalan dan bangun baru meja keyakinan yang menyiapkan diri Anda menjadi sukses. Bukannya kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda ? Selamat membangun keyakinan baru, sukses utk anda semua

sumber : fb petruk tralala

One response to “AWAS DENGAN KEYAKINAN ANDA

  1. Pingback: AWAS DENGAN KEYAKINAN ANDA | manacikapura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s