Category Archives: tattwa

Fakta Ilmiah Adanya Perang Mahabharata (Perang Nuklir Zaman Prasejarah?)

# Epos Mahabarata
Kisah ini menceritakan konflik hebat keturunan Pandu dan Dristarasta dalam memperebutkan takhta kerajaan. Menurut sumber yang saya dapatkan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal 2.000 tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku ini diperkirakan terjadi pada masa ±5000 tahun yang silam.

Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga meskipun akhirnya berperang di Kurukshetra. Namun yang membuat orang tidak habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sebegitu besarnya.

Advertisements

Leave a comment

Filed under tattwa

MENYELAM LEBIH DALAM KE DASAR SAMUDERA KEHIDUPAN

MENYELAM LEBIH DALAM KE DASAR

SAMUDERA KEHIDUPAN1)

Oleh : I Ketut Donder2)

donder5PENDAHULUAN

Hidup sebagai manusia sungguh-sungguh utama, karena kelahiran sebagai manusia tidak mudah untuk diperolehnya. Kitab suci Sarasamuccaya menguraikan bahwa; kesempatan lahir dan hidup sebagai manusia sungguh amat mulia walaupun hidup sebagai seorang pengemis atau peminta-minta. Keutamaan manusia sesungguhnya terletak pada pikirannya, dengan pikirannya itu manusia mampu menolong dan menyeberangkan dirinya dari lautan sengsara. Oleh sebab itu manusia harus benar-benar menggunakan dan mengolah pikirannya sedemikian rupa dan digunakan untuk menyempurnakan kehidupannya.Kecerdasan pikiran manusia dalam memaknai kehidupan ini ditandai dengan kemampuannya untuk menerima antara yang sakala (fisik) dan yang niskala secara netral. Artinya bahwa manusia tidak dapat mengabaikan keduanya, keduanya harus digapai dan digunakan seperti seekor burung yang terbang tinggi dengan menggunakan kedua sayapnya. Seekor burung tidak mungkin mampu terbang jika sayapnya hanya sebelah saja. Manusia tidak dapat hidup hanya secara rohani saja (niskala), juga tidak dapat hidup bahagia hanya dengan fisik (sakala) saja. Kehidupan manusia ada dalam dua realitas, yakni hidup sebagai mahluk material (sakala) dan mahluk spiritual. Walaupun demikian, dari dua jenis kehidupan itu, yang satu adalah kehidupan sementara dan yang satunya lagi kehidupan kekal. Hidup secara spiritual adalah kehidupan kekal, oleh sebab itu manusia bagaimanapun keadaannya tidak boleh menyia-nyiakan hal rohani, karena kehidupan rohani itulah dasar dari kehidupan manusia di atas bumi ini.( read more)

Leave a comment

Filed under tattwa