Category Archives: hindu

Sebutan Bagi Mereka yang Non Hindu

Ajaran agama Hindu berpedoman pada Kitab Suci Weda. Yang mana dalam kitab suci Weda ada 3 hal utama yang diajarkan yaitu tentang Pengendalian Diri, Kebaikan dan Cinta Kasih. Pengendalian diri, bagaimana kita dianjurkan untuk bisa menahan hawa nafsu,amarah serta mengekang benci dan dengki yang dapat membelenggu Hati kedalam gelap. Kebaikan dan Cinta kasih, bagaimana kita dianjurkan untuk peduli kepada sesama ciptaan-Nya dan peduli kepada alam / lingkungan. Yang mana ketiga hal tersebut akan memunculkan “Kebahagiaan” bagi yang dapat menjalakannya. Oleh karena itu dalam Agama Hindu terdapat sebuah ajaran yang sebut Tri Hita Karana.

Pada hakikatnya Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kebahagiaan yang bersumber pada keharmonisan hubungan antara 3 hal yaitu:

  1. Parhyangan (Manusia dengan Tuhan)
    Palemahan (Manusia dengan alam lingkungan)
    Pawongan (Manusia dengan sesama)

Sebutan Untuk Non Hindu
Dalam Ajaran Agama Hindu,Tuhan mengelompokan umatnya sesuai profesinya yang disebut Catur Warna.

Catur warna adalah: Brahmana, Kesatria, Wesya, dan Sudra. Pengelompokannya menurut bakat/ kualitas manusia dan kerjanya:

  1. Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang ke-Tuhanan disebut Brahmana.
    Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang pemerintahan disebut Kesatria.
    Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang perekonomian disebut Wesya.
    Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang pelayanan disebut Sudra.

Keempat kelompok profesi ini diperlukan dalam tatanan kehidupan manusia, oleh karena itu Ida Sanghyang Widhi Wasa menciptakan manusia-manusia yang berbeda, tidak sama semuanya. Tidaklah dapat dibayangkan bagaimana bentuk kehidupan ini jika semua manusia persis sama: bakat, kualitas, dan kerjanya.

Tuhan tidak pernah mengelompokan umatnya apakan dia orang Baik atau dia orang Jahat. Miskin atau pun Kaya. Hal ini sudah tertulis dalam dalam Bhagawad Gita dan Rig Veda berikut:

“Samo ham sarvo bhutesu na me devasyo stina pryah
Ye bhajanti tu man bhaktya mayite tesu ca pyaham”

Terjemahannya :
“Aku adalah sama bagi semua mahluk, bagi-Ku tidak ada yang terbenci dan terkasihi, namun bagi yang berbhakti dengan penuh dedikasi, mereka ada pada-Ku dan Aku ada pada mereka”

-Bhagawad Gita IX.29-

***

“Hendaknya hati kita dalam kesederajatan dan persatuan”

-Rig Veda 10/191/4-

Dari sloka di atas, yang dikutip melalui pustaka suci/kitab Bhagawad Gita dan Rig Veda adalah gambaran sempurna dari sifat dan prinsip Tuhan (Brahman) Hindu. Tuhan ini, Tuhan yang bukanlah Tuhan yang hanya duduk di singgasana di sebuah lapisan langit dengan cambuk api di satu tangan dan hadiah di tangan yang lainnya, dimana ia akan siap mengayunkan cambuknya pada siapa yang tidak percaya kepadanya atau sebaliknya menghambur hadiah penuh kenikmatan kepada mereka yang memujanya. Hindu terbebas dari doktrin seperti ini yang dapat mengakibatkan timbulnya suatu kebencian di antara manusia dan bertindak “mengatas namakan Tuhan atau agama”.

LANTAS APAKAH ADA SEBUTAN UNTUK MEREKA YANG NON-HINDU?
Tentu saja ada, dalam ajaran Agama Hindu untuk mereka yang Non Hindu disebut “Sahabat“. Hal ini sudah tertulis dalam Pustaka suci Bhagavadgita Sloka XII. 13. menyebutkan:

“Advesta sarwa bhutanam, Maitrah karuna eva ca
Nirmano niraham karah, sama dukha-sukhah ksami”

Terjemahannya:
“Dia yang tidak membenci segala makhluk, bersahabat, dan cinta kasih. Bebas dari keakuan dan keangkuhan, sama dalam suka dan duka, serta pemberi maaf.”

Di dalam Yajur Veda 26.2, disebutkan:

“mitrasya ma caksusa sarvani bhutani samiksantam, mitarsya aham caksusa saruani bhutani samikse, mistrasya caksusa samisamahe”

Terjemahannya:

“semoga semua makhluk memandang kami dengan pandangan mata seorang sahabat, semoga kami memandang dengan pandangan mata seorang sahabat.”

Dalam sloka tersebut dapat diartikan bahwa dalam ajaran Hindu dianjurkan umatnya untuk tidak membenci segala mahluk entah manusia atau hewan. entah dari suku, agama atau ras apapun. Anggaplah sebagai sahabat,terbakan cinta kasih dan jangan biarkan dengki dan benci ada dalam diri. Karena sejatinya Agama ada untuk menebar Cinta Kasih bukan untuk menebar kebencian.

sumber : jarhindo.com

Advertisements

Leave a comment

Filed under hindu

Lambang Parisada Hindu Dharma Indonesia

lambang-phdi

Sebagai Umat Hindu Indonesia apalagi jika anda sebagai bagian dari pengurus sebaiknya mengenal secara benar gambar, arti dan makna lambang Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) agar tidak sembarangan membuat lambangnya untuk keperluan stempel, pataka, spanduk dan lain sebagainya.Penjelasan mengenai arti dan makna lambang PHDI tertuang dalam Bab I Anggaran Rumah Tangga Parisada Hindu Dharma Indonesia.

Secara lengkap kutipannya sebagai berikut : <baca selengkapnya>

Leave a comment

Filed under hindu

9 PESAN TERAKHIR BHAGAVAN SHRI SATHYA SAl BABA

  1. baba3Dari diri-Ku sendirilah alam semesta ini tercipta. Aku membuat sebuah gerakan, namun tetap berada dalam kesejatian-Ku dan gerakan ini memproyeksikan diri-Ku menjadi banyak rupa (di alam semesta)
  2. Dalam “Rupa” ( manusia, hewan, tumbuhan dsb) ini Aku sendirilah yang berstana, Aku sendirilah yang bekerja, Aku pula yang mencipta, dan Aku sendiri yang menghancurkan…. Aku menciptakan dua sisi gambaran ( balk dan buruk ) hanya agar keduanya kembali lagi kepada-Ku. Bagi-Ku tak seorangpun berbeda. Tak seorangpun dekat maupun jauh. Tak seorangpun milik-Ku bukan pula bukan milik-Ku…( Read More)

Leave a comment

Filed under hindu

AGNIHOTRA DAN EFEK PSIKO-KOSMOS

oleh : I Ketut Donder

AGNIHOTRA

Persembahan yang dijatuhkan kedalam api
akan mencapai matahari dari matahari turunlah hujan (MDh.S. III.76).

Karena makanan mahluk bisa hidup, karena hujan makanan bisa
tumbuh,  karena persembahan hujan turun (Bhg. III.14)


I. AGAMA, RITUAL, DAN SAINS
1.1 Keintelektualan Umat Hindu
Sri Chandrasekarendra Sarasvati Svami (2008:xxvii) memulai wejangannya yang sangat panjang dengan sebuah pertanyaan; mengapa orang-orang Hindu yang terpelajar tidak memahami ajaran agama mereka? Apakah pendidikan mereka telah menjauhkan mereka dari agama dan budaya mereka? Jika demikian, maka hal itu menjadi suatu ironi yang tragis dari orang-orang Hindu. Buku wejangan Chandrasekarendra yang panjang itu telah menjadi sebuah buku yang sangat tebal (± 1000 hlm) dengan judul Hindu Dharma : The Universal Way of Life dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Paramita Surabaya (2008). Buku ini baik sekali untuk dibaca dalam rangka memperluas wawasan pengetahuan kehinduan.(Read More)

Leave a comment

Filed under hindu

Download Lagu Rohani

Berikut beberapa link untuk download lagu-lagu rohani Hindu :

http://www.weblagu.com/mp3-lagu-rohani-hindu-bali.html

http://komangariyana.wordpress.com/2012/07/19/download-lagu-rohani-hindu/

http://bomb-mp3.com/mp3/lagu_rohani_hindu_bali.html

http://ssgsingaraja.blogspot.com/p/download-lagu-lagu-bhajan.html

http://hinduism.about.com/od/audiomusic/Audio_Music_Downloads.html

http://www.dhingana.com/hindi/krishna-bhajans-songs-bhajans-3ef85d1

http://www.saibabaofindia.com/sai_baba_audio.html

Leave a comment

Filed under hindu, yadnya

PERLUKAH SUMPAH PERKAWINAN DIUCAPKAN PADA SAAT UPACARA PERKAWINAN?

Perlukah Sumpah Perkawinan diucapkan pada saat upacara Perkawinan Umat Hindu dilaksanakan? Kalau perlu apa yang dijadikan sebagai landasannya?

Pertanyaan ini timbul bukan hanya sekedar untuk ikut-ikutan atau meniru agama tetangga yang telah melaksanakannya, melainkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di masyarakat, mengingat semakin kritisnya generasi muda Hindu saat ini.selengkapnya

Leave a comment

Filed under hindu

KEBANARAN PERJALANAN SPIRITUAL(true spiritual journey)

Pengalaman hidup adalah guru yang sejati. Terkadang seuatu pengalaman unik seseorang mampu mengubah dan membalikkan arah hidup seseorang. Pengalaman juga dapat menjadi titik awal kehidupan baru bagi seseorang. Oleh karena itu orang yang menjadikan pembelajaran atas pengalamannya maka ia akan menjadi pribadi yang lebih mapan. Berikut saya kutip catatan perjalanan spiritual seorang Bhakta  dari dinding facebooknya . Mungkin perjalanan ini nampak sederhana tetapi Saudara Putu Agus menjadikan perjalanan ini sangat berarti karena memperoleh pembelajaran yang luar biasa, itulah Guru Swadyaya. Perjalanan selengkapnya

Leave a comment

Filed under hindu