Pangastungkara

Pengunjung yang berbahagia terima kasih anda memberikan saya kesempatan untuk beryadnya dengan kehadiran anda pada web saya ini. Saya maklum web ini masih sangat sederhana namun saya berharap apa yang saya ketahui dan miliki dapat disumbangkan sebagai yadnya kepada siapa saja, semoga apa yang saya hadirkan disini bermanfaat bagi anda dan siapa saja. Jika berkenan silahkan memberi komentar atau saran dan bagi blogger, saya menyambut dengan sangat bahagia bila dapat bertukar link agar kesempatan kita untuk >beryadnya semakin terbuka lebar.

Advertisements

1 Comment

Filed under hindu

Sebutan Bagi Mereka yang Non Hindu

Ajaran agama Hindu berpedoman pada Kitab Suci Weda. Yang mana dalam kitab suci Weda ada 3 hal utama yang diajarkan yaitu tentang Pengendalian Diri, Kebaikan dan Cinta Kasih. Pengendalian diri, bagaimana kita dianjurkan untuk bisa menahan hawa nafsu,amarah serta mengekang benci dan dengki yang dapat membelenggu Hati kedalam gelap. Kebaikan dan Cinta kasih, bagaimana kita dianjurkan untuk peduli kepada sesama ciptaan-Nya dan peduli kepada alam / lingkungan. Yang mana ketiga hal tersebut akan memunculkan “Kebahagiaan” bagi yang dapat menjalakannya. Oleh karena itu dalam Agama Hindu terdapat sebuah ajaran yang sebut Tri Hita Karana.

Pada hakikatnya Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kebahagiaan yang bersumber pada keharmonisan hubungan antara 3 hal yaitu:

  1. Parhyangan (Manusia dengan Tuhan)
    Palemahan (Manusia dengan alam lingkungan)
    Pawongan (Manusia dengan sesama)

Sebutan Untuk Non Hindu
Dalam Ajaran Agama Hindu,Tuhan mengelompokan umatnya sesuai profesinya yang disebut Catur Warna.

Catur warna adalah: Brahmana, Kesatria, Wesya, dan Sudra. Pengelompokannya menurut bakat/ kualitas manusia dan kerjanya:

  1. Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang ke-Tuhanan disebut Brahmana.
    Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang pemerintahan disebut Kesatria.
    Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang perekonomian disebut Wesya.
    Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang pelayanan disebut Sudra.

Keempat kelompok profesi ini diperlukan dalam tatanan kehidupan manusia, oleh karena itu Ida Sanghyang Widhi Wasa menciptakan manusia-manusia yang berbeda, tidak sama semuanya. Tidaklah dapat dibayangkan bagaimana bentuk kehidupan ini jika semua manusia persis sama: bakat, kualitas, dan kerjanya.

Tuhan tidak pernah mengelompokan umatnya apakan dia orang Baik atau dia orang Jahat. Miskin atau pun Kaya. Hal ini sudah tertulis dalam dalam Bhagawad Gita dan Rig Veda berikut:

“Samo ham sarvo bhutesu na me devasyo stina pryah
Ye bhajanti tu man bhaktya mayite tesu ca pyaham”

Terjemahannya :
“Aku adalah sama bagi semua mahluk, bagi-Ku tidak ada yang terbenci dan terkasihi, namun bagi yang berbhakti dengan penuh dedikasi, mereka ada pada-Ku dan Aku ada pada mereka”

-Bhagawad Gita IX.29-

***

“Hendaknya hati kita dalam kesederajatan dan persatuan”

-Rig Veda 10/191/4-

Dari sloka di atas, yang dikutip melalui pustaka suci/kitab Bhagawad Gita dan Rig Veda adalah gambaran sempurna dari sifat dan prinsip Tuhan (Brahman) Hindu. Tuhan ini, Tuhan yang bukanlah Tuhan yang hanya duduk di singgasana di sebuah lapisan langit dengan cambuk api di satu tangan dan hadiah di tangan yang lainnya, dimana ia akan siap mengayunkan cambuknya pada siapa yang tidak percaya kepadanya atau sebaliknya menghambur hadiah penuh kenikmatan kepada mereka yang memujanya. Hindu terbebas dari doktrin seperti ini yang dapat mengakibatkan timbulnya suatu kebencian di antara manusia dan bertindak “mengatas namakan Tuhan atau agama”.

LANTAS APAKAH ADA SEBUTAN UNTUK MEREKA YANG NON-HINDU?
Tentu saja ada, dalam ajaran Agama Hindu untuk mereka yang Non Hindu disebut “Sahabat“. Hal ini sudah tertulis dalam Pustaka suci Bhagavadgita Sloka XII. 13. menyebutkan:

“Advesta sarwa bhutanam, Maitrah karuna eva ca
Nirmano niraham karah, sama dukha-sukhah ksami”

Terjemahannya:
“Dia yang tidak membenci segala makhluk, bersahabat, dan cinta kasih. Bebas dari keakuan dan keangkuhan, sama dalam suka dan duka, serta pemberi maaf.”

Di dalam Yajur Veda 26.2, disebutkan:

“mitrasya ma caksusa sarvani bhutani samiksantam, mitarsya aham caksusa saruani bhutani samikse, mistrasya caksusa samisamahe”

Terjemahannya:

“semoga semua makhluk memandang kami dengan pandangan mata seorang sahabat, semoga kami memandang dengan pandangan mata seorang sahabat.”

Dalam sloka tersebut dapat diartikan bahwa dalam ajaran Hindu dianjurkan umatnya untuk tidak membenci segala mahluk entah manusia atau hewan. entah dari suku, agama atau ras apapun. Anggaplah sebagai sahabat,terbakan cinta kasih dan jangan biarkan dengki dan benci ada dalam diri. Karena sejatinya Agama ada untuk menebar Cinta Kasih bukan untuk menebar kebencian.

sumber : jarhindo.com

Leave a comment

Filed under hindu

google6609a8c171ea862b.html

google-site-verification: google6609a8c171ea862b.html

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Lambang Parisada Hindu Dharma Indonesia

lambang-phdi

Sebagai Umat Hindu Indonesia apalagi jika anda sebagai bagian dari pengurus sebaiknya mengenal secara benar gambar, arti dan makna lambang Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) agar tidak sembarangan membuat lambangnya untuk keperluan stempel, pataka, spanduk dan lain sebagainya.Penjelasan mengenai arti dan makna lambang PHDI tertuang dalam Bab I Anggaran Rumah Tangga Parisada Hindu Dharma Indonesia.

Secara lengkap kutipannya sebagai berikut : <baca selengkapnya>

Leave a comment

Filed under hindu

Fakta Ilmiah Adanya Perang Mahabharata (Perang Nuklir Zaman Prasejarah?)

# Epos Mahabarata
Kisah ini menceritakan konflik hebat keturunan Pandu dan Dristarasta dalam memperebutkan takhta kerajaan. Menurut sumber yang saya dapatkan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal 2.000 tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku ini diperkirakan terjadi pada masa ±5000 tahun yang silam.

Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga meskipun akhirnya berperang di Kurukshetra. Namun yang membuat orang tidak habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sebegitu besarnya.

Leave a comment

Filed under tattwa

AWAS DENGAN KEYAKINAN ANDA

Kita sering mendengar apa itu keyakinan. Kali ini yang saya maksud dengan keyakinan beda dengan keyakinan agama yang kita peluk. Keyakinan disini adalah sesuatu yang kita anggap benar dan pasti (kita yakini) lalu menuntun kita dalam melangkah. Keyakinan yang kita miliki mengarahkan kita pada apa yang ada didepan mata. Setiap manusia tidak hanya memiki satu keyakinan saja, ada banyak keyakinan yang kita miliki, ada banyak keyakinan yang kita pegang kuat. Keyakinan terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang kita alami. Dalam menjalani hidup sejak kita kecil sampai dewasa, tentu kita banyak mengalami kejadian-kejadian yang hadir dalam kehidupan kita. Kejadian-kejadian itulah yang membentuk keyakinan kita. Peristiwa-peristiwa yang kita alami terkristalisasi menjadi keyakinan yang kita pegang. Contoh keyakinan-keyakinan kecil yang ada disekitar kita… ada banyak orang yang meyakini kalo tubuhnya terkena air hujan atau kehujanan, dapat dipastikan dia akan sakit, entah itu hanya sekedar masuk angin atau flu, banyak yang meyakini kalau pagi hari sarapan sambil minum juice jeruk maka siangnya akan mulas, atau seseorang dengan yakin menyatakan, aku ini orangnya gak detail, jadi kalo di beri tugas sebagai bendahara pasti banyak kacau. Itulah contoh-contoh keyakinan yang kita sering jumpai. Selengkapnya

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Mantram Maha Mertyunjaya

OM TRYAMBAKAM YAJAMAHE SUGANDHIM PUSHTIVARDHANAM;
URVAARUKAMIVA BANDHANAAN MRITYORMUKSHEEYA MAAMRITAAT.

Mantra Tryambakam ditemukan oleh Rsi Markandeya. Merupakan Mantra rahasia, dan Rsi Markandeya adalah satu-satunya di dunia yang tahu mantra ini. Mantram ini ditujukan kepada Rudra sebagai Mrityunjaya ditemukan dalam Kitab Rig-Weda. Mantra ini memiliki banyak nama dan bentuk, disebut mantra Rudra mengacu kepada Dewa Siwa, Tryambakan mengacu kepada Tiga Mata Siwa, kadang dikenal juga sebagai mantra Mrita-Sanjivini. Maha Mrityunjaya mantram ini dipuji oleh orang bijak sebagai jantung dari Veda.(read more)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

MENYELAM LEBIH DALAM KE DASAR SAMUDERA KEHIDUPAN

MENYELAM LEBIH DALAM KE DASAR

SAMUDERA KEHIDUPAN1)

Oleh : I Ketut Donder2)

donder5PENDAHULUAN

Hidup sebagai manusia sungguh-sungguh utama, karena kelahiran sebagai manusia tidak mudah untuk diperolehnya. Kitab suci Sarasamuccaya menguraikan bahwa; kesempatan lahir dan hidup sebagai manusia sungguh amat mulia walaupun hidup sebagai seorang pengemis atau peminta-minta. Keutamaan manusia sesungguhnya terletak pada pikirannya, dengan pikirannya itu manusia mampu menolong dan menyeberangkan dirinya dari lautan sengsara. Oleh sebab itu manusia harus benar-benar menggunakan dan mengolah pikirannya sedemikian rupa dan digunakan untuk menyempurnakan kehidupannya.Kecerdasan pikiran manusia dalam memaknai kehidupan ini ditandai dengan kemampuannya untuk menerima antara yang sakala (fisik) dan yang niskala secara netral. Artinya bahwa manusia tidak dapat mengabaikan keduanya, keduanya harus digapai dan digunakan seperti seekor burung yang terbang tinggi dengan menggunakan kedua sayapnya. Seekor burung tidak mungkin mampu terbang jika sayapnya hanya sebelah saja. Manusia tidak dapat hidup hanya secara rohani saja (niskala), juga tidak dapat hidup bahagia hanya dengan fisik (sakala) saja. Kehidupan manusia ada dalam dua realitas, yakni hidup sebagai mahluk material (sakala) dan mahluk spiritual. Walaupun demikian, dari dua jenis kehidupan itu, yang satu adalah kehidupan sementara dan yang satunya lagi kehidupan kekal. Hidup secara spiritual adalah kehidupan kekal, oleh sebab itu manusia bagaimanapun keadaannya tidak boleh menyia-nyiakan hal rohani, karena kehidupan rohani itulah dasar dari kehidupan manusia di atas bumi ini.( read more)

Leave a comment

Filed under tattwa